Edisi 23 Oktober 2026Usaha kecil, dampak besar.
← Warta UMKMModal

Meminjam modal dari keluarga: kesepakatan tertulis yang menyelamatkan hubungan

Uang saudara tetap uang orang lain; perlakukan dengan tata cara.

Menjelang musim ramai seperti Ramadan dan Lebaran, kebutuhan modal untuk menambah stok sering datang mendadak. Jalur yang paling cepat bagi banyak pemilik usaha kecil adalah keluarga: orang tua, kakak, mertua, atau sepupu yang kebetulan punya simpanan. Tidak ada formulir, tidak ada jaminan, dan uang bisa cair hari itu juga. Justru karena mudahnya, pinjaman keluarga sering berakhir dengan persoalan yang lebih mahal daripada bunga: hubungan yang rusak.

Masalahnya hampir selalu sama. Tidak ada kejelasan apakah uang itu pinjaman, modal penyertaan, atau pemberian. Tidak ada tanggal pengembalian. Tidak ada kesepakatan tentang apa yang terjadi kalau usaha rugi. Semua dibicarakan sambil lalu di ruang tamu, dan masing-masing pihak pulang dengan ingatan yang berbeda.

Baca juga: Kasbon pelanggan di warung: mencatat utang tanpa merusak hubungan baik

Perjelas jenisnya sebelum menerima uang

Pertanyaan pertama yang harus dijawab: ini pinjaman atau modal? Pinjaman berarti harus dikembalikan dengan jumlah tetap, terlepas dari untung rugi usaha. Modal berarti pemberi ikut menanggung risiko dan berhak atas bagian hasil, tetapi juga bisa ikut rugi. Keduanya sah, tetapi konsekuensinya sangat berbeda. Banyak pertengkaran keluarga bermula karena satu pihak menganggap ini pinjaman, sementara pihak lain merasa menjadi pemilik sebagian usaha.

Setelah jelas, tuliskan. Tidak perlu bahasa hukum yang rumit. Selembar kertas yang memuat nama kedua pihak, jumlah, tanggal, jenis kesepakatan, cara dan jadwal pengembalian, serta tanda tangan keduanya sudah jauh lebih baik daripada tidak ada apa-apa. Foto kertas itu dan kirim ke masing-masing pihak lewat WhatsApp supaya ada salinan.

Mengembalikan dengan cara yang terlihat

Pengembalian sebaiknya dijadwalkan dan dicatat di buku kas usaha sebagai pengeluaran, sama seperti membayar pemasok. Dengan begitu pemilik tidak lupa, dan pemberi pinjaman tidak perlu merasa canggung mengingatkan. Kalau cicilan sedang berat, misalnya setelah musim sepi, bicarakan lebih dulu sebelum jatuh tempo, bukan setelahnya. Keluarga biasanya jauh lebih sabar kepada orang yang terbuka daripada kepada orang yang menghilang.

Satu kebiasaan yang membantu: pisahkan urusan ini dari kumpul keluarga. Jangan membahas cicilan di meja makan Lebaran. Tentukan satu waktu khusus, sampaikan perkembangannya dengan angka, dan selesai. Uang keluarga memang mudah didapat, tetapi cara mengelolanya menentukan apakah tahun depan pintu itu masih terbuka.

HW
Hadi WicaksonoHadi bergabung pada 2025 dan menjadi penyumbang catatan terbanyak dengan delapan tulisan, kebanyakan soal harga jual, kas musiman, dan memperluas pasar dari kecamatan ke kota. Ia pernah salah menetapkan harga jual selama setahun penuh dan menjadikan kesalahan itu bahan tulisan pertamanya.